Proses Kaderisasi : Proses Kaderisasi Diskusi Online IPTIJ – 9 Agustus 2010
Dakwah berkelanjutan : Karakteristik dakwah ila-Allah: berlangsung panjang dan tidak tercapai tujuannya dalam waktu singkat.
Di sisi lain para dai yang berjuang di jalan dakwah ini biasanya memiliki keterbatasan waktu untuk tetap berada di jalan dakwah, karena berbagai alasan:
Umur
Harus berpindah tempat
Berpindah amanah dakwah yang lebih berat lagi
Karenanya, merupakan suatu keniscayaan bahwa diperlukan proses estafet amanah / alih generasi. Dakwah berkelanjutan
Urgensi Kaderisasi : Agar dakwah tidak jalan di tempat atau bahkan mundur, diperlukan sebuah proses penyiapan / kaderisasi.
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS An Nisa : 9) Urgensi Kaderisasi
Memaksimalkan persiapan : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS Al Anfal : 60) Memaksimalkan persiapan
Slide 5 : Juga hadits Rasulullah SAW:
Jika suatu urusan diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat (kehancuran)nya. [H.R. Bukhari]
Siklus / tahapan dalam proses kaderisasi : Tansyi’ah wal tanmiyah: Pembentukan dan pengembangan
Ri’ayah: Pemeliharaan
Taujih wal tauzhif: Pengarahan dan pendayagunaan Siklus / tahapan dalam proses kaderisasi
Tansyi`ah wal tanmiyah (pembentukan dan pengembangan) : Yaitu membentuk dasar kemampuan seorang kader sebagai calon penerus amanah dan mengembangkan dasar kemampuan tersebut, termasuk bila seorang kader memiliki kelebihan atau bakat ternentu.
Dalam proses tansyi`ah harus memperhatikan tiga sisi penting yaitu :
Pembentukan ruhiyah ma`nawiyah: kekuatan moral dan ruhi (liqoat/mentoring, mabit)
Pembentukan Fikriyah Tsaqofiyah: kekuatan fikir (diskusi, bedah buku, taklim)
Amaliyah Harakiyah: kemauan bertindak. (membantu dalam kepanitiaan dan kegiatan)
Juga pengembangan secara terus menerus Tansyi`ah wal tanmiyah (pembentukan dan pengembangan)
Ar Ri`ayah (pemeliharaan) : Kepribadian Islami yang sudah atau mulai terbentuk harus dijaga dan dipelihara ma`nawiyah, fikriyah dan amaliyahnya
Proses kaderisasi selalu dimutaba`ah (dikontrol) dan ditaqwim (dievaluasi) sehingga jangan sampai ada yang berkurang, menurun atau melemah.
Melalui semua kegiatan point pertama Ar Ri`ayah (pemeliharaan)
At Taujih (pengarahan) dan At Tauzhif (Pemberdayaan). : Pengembangan kader tidak boleh berhenti pada aspek pribadi, tapi juga bagaimana kader tersebut berperan dalam melakukan perbaikan.
Karenanya diperlukan pengarahan dan penempatan dalam aktivitas-aktivitas dakwah, dengan memperhatikan kualitas, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. At Taujih (pengarahan) dan At Tauzhif (Pemberdayaan).
Siklus Kaderisasi : Siklus Kaderisasi Tansyi’ah
& Tanmiyah Taujih
& Tauzhif Ri’ayah
Rekrutmen : Simpul awal dari sebuah proses kaderisasi adalah rekrutmen, yaitu mencari calon-calon kader yang akan disertakan dalam proses kaderisasi dan diproyeksikan untuk menjadi generasi penerus.
Proses rekrutmen ada 2:
Melalui antar pribadi (fardhiyah): tiap kader yang ada mengajak satu atau beberapa orang yang baru.
Melalui kegiatan bersama (ijtima’i): mengadakan suatu acara bersama sebagai suatu ajang mengenalkan aktifitas dakwah dan kegiatan kaderisasi yang akan dilaksanakan Rekrutmen
Evaluasi : Dalam semua tahapan proses kaderisasi diperlukan proses evaluasi, dengan tujuan:
Diketahui aspek-aspek tarbiyah mana yang melemah dan perlu diperkuat
Diketahui siapa-siapa yang mengalami stagnasi, kemunduran, maupun kemajuan sehingga diketahui pemberdayaan yang sesuai, atau tindakan lainnya. Evaluasi
Siklus Kaderisasi lengkap : Siklus Kaderisasi lengkap Tansyi’ah
& Tanmiyah Taujih
& Tauzhif Ri’ayah Rekrutmen Evaluasi Evaluasi Evaluasi
Merencanakan Kaderisasi : Menyiapkan proses rekrutmen
Menyiapkan bentuk kegiatan kaderisasi
Melakukan penjadwalan
Menyusun kurikulum: sunstansi kaderisasi yang ingin disampaikan
Menentukan proses-proses evaluasi Merencanakan Kaderisasi
Penyiapan calon pengurus IPTIJ (Durasi: 4 bulan mulai Ramadhan) : Penyiapan calon pengurus IPTIJ (Durasi: 4 bulan mulai Ramadhan) Contoh kasus:
Proses Rekrutmen : Tiap pengurus/perwakilan wilayah mengundang rekan/teman minimal 2 orang
Diadakan pengajian dan buka bersama. Materi: Urgensi tarbiyah Islamiyah Proses Rekrutmen
Bentuk Kaderisasi : Kegiatan mentoring. Calon mentor:
Kegiatan taklim. Materi: …
Olah raga bersama
Mabit Bentuk Kaderisasi
Penjadwalan dan Kurikulum : Jadwal disesuaikan aktifitas rutin masing-masing.
Kurikulum:
Kurikulum mentoring: Ma’rifatullah, dst (Seusai jumlah pertemuan)
Kurikulum taklim: mengenal IPTIJ, hidup Islami di Jepang, dll Penjadwalan dan Kurikulum
Evaluasi : Keaktifan/absensi dalam mentoring, taklim, dan kegiatan lainnya
Penilaian pengurus sekarang
Lembar evaluasi amalan yaumiyan
Bacaan Al Qur’an
dll Evaluasi