PASAR PERSAINGAN SEMPURNA : PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Pertemuan 8 Copyright © 2001 by Harcourt, Inc.All rights reserved. Requests for permission to make copies of any part of thework should be mailed to:
Permissions Department, Harcourt College Publishers,6277 Sea Harbor Drive, Orlando, Florida 32887-6777.
PENENTUAN HARGA DALAM PASAR PERSAINGAN SEMPURNA : PENENTUAN HARGA DALAM PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Struktur pasar :
Sifat-sifat (characteristics) organisasi pasar yang mempengaruhi perilaku dan keragaan perusahaan.
Misal : Jumlah penjual & keadaan produk (nature of the product), mudah sulitnya memasuki industri dll.
PENENTUAN HARGA DALAM PPS... : 2 Aturan Bagi Perusahaan Yg Memaksimumkan Keuntungan:
1. Perusahaan tidak akan berproduksi apabila AR dari penjualan produknya tidak sama/tidak melebihi AVC.
2. Perusahaan akan terus menambah produksi selama MR> MC, dan berhenti menambah produksinya jika MR=MC. PENENTUAN HARGA DALAM PPS...
PENENTUAN HARGA DALAM PPS... : Ke-2 aturan di atas merupakan penegasan dari 3 necessary conditions agar perusahaan mencapai ? maksimum, yaitu:
1) P ? AVC
2) MR = MC
3) Kurva MC harus memotong kurva MR dari bawah. PENENTUAN HARGA DALAM PPS...
Asumsi-Asumsi Pasar Persaingan Sempurna : : Asumsi-Asumsi Pasar Persaingan Sempurna : 1. Terdapat banyak penjual dan pembeli
2. Perusahaan berperilaku sebagai price taker
3. Adanya kebebasan bagi perusahaan untuk keluar masuk industri
4. Produk homogen
Perusahaan vs Industri : Perusahaan vs Industri Industri :
Kumpulan perusahaan yang memproduksi produk yang sejenis.
Misal :
Industri Sepatu berarti kumpulan perusahaan yang memproduksi sepatu
Perusahaan vs Industri… : Berdasarkan asumsi yang ke-2 maka permintaan yang dihadapi oleh satu perusahaan adalah :
elastis sempurna (berbentuk garis horizontal). Gambar ii
Sedangkan kurva permintaan yang dihadapi industri memiliki slope negatif (turun dari kiri atas ke kanan bawah). Gambar i Perusahaan vs Industri…
Kurva Permintaan Perusahaan & Industri : Kurva Permintaan Perusahaan & Industri Jumlah
(Ton) Harga 100 200 300 400 S Dps Dperusahaan 1 2 3 4 0 10 20 30 40 (i) Kurva Permintaan Industri (ii) Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan 1 2 3 4
Penerimaan Perusahaan : Penerimaan Perusahaan Total Revenue (Penerimaan Total)
TR = P x Q
Average Revenue (Penerimaan Rata-Rata)
AR = P.Q/Q = P
Marginal Revenue (Penerimaan Marjinal)
MR = P(Q + 1) – P.Q
= P.Q + P – P.Q = P
Tabel 8.1. Konsep Penerimaan untuk Perusahaan Penerima Harga : Tabel 8.1. Konsep Penerimaan untuk Perusahaan Penerima Harga Penerimaan Perusahaan…
Gambar 8.2. Kurva Penerimaan untuk Perusahaan Penerima Harga : Gambar 8.2. Kurva Penerimaan untuk Perusahaan Penerima Harga Harga Rp per Unit TR Output Output P=AR=MR Dperusahaan D=P=AR=MR 3 0 5 10 0 5 11 13 15 30 33 36 39 10 TR Kurva penerimaan total Kurva permintaan yang juga merupakan kurva AR, MR dan Harga
Gambar 8.3. Keseimbangan Jangka Pendek Perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna P = MC : Gambar 8.3. Keseimbangan Jangka Pendek Perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna P = MC
Kemungkinan Keuntungan Perusahaan Persaingan Sempurna dalam Jangka Pendek : Kemungkinan Keuntungan Perusahaan Persaingan Sempurna dalam Jangka Pendek AVC
ATC
Dalam jangka pendek terdapat lima kemungkinan keuntungan/kerugian yang dialami oleh perusahaan: : Dalam jangka pendek terdapat lima kemungkinan keuntungan/kerugian yang dialami oleh perusahaan: 1. Jika AVC < P < ATC perusahaan dapat menutupi seluruh TVC, tetapi hanya sebagian dari TFC. Perusahaan dapat berproduksi. Gambar i.
2. Jika P = ATC perusahaan memperolah laba normal. Gambar ii.
Dalam jangka pendek terdapat lima kemungkinan keuntungan/kerugian yang dialami oleh perusahaan: : Dalam jangka pendek terdapat lima kemungkinan keuntungan/kerugian yang dialami oleh perusahaan: 3. Jika P > ATC perusahaan memperoleh laba
positif. Gambar iii.
4. Jika P = AVC perusahaan berada dalam kondisi Shut Down Point (titik kritis). Pada kasus ini semua biaya variabel dapat tertutupi tetapi semua biaya tetap tidak tertutupi.
5. Jika P < AVC perusahaan gulung tikar.
KURVA PENAWARAN PERUSAHAAN DALAM PPS : KURVA PENAWARAN PERUSAHAAN DALAM PPS (i) Kurva AVC, ATC dan MC (ii) Kurva Penawaran Perusahaan
Kurva Penawaran Pasar : Kurva Penawaran Pasar (i) Perusahaan A (ii) Perusahaan B (iii) Pasar (ndustri) P q P q P q P1 P2 P1 P2 P1 P2 SA SB 4 8 5 10 9 18
Kurva Penawaran Perusahaan & Industri : Kurva Penawaran Perusahaan & Industri Kurva penawaran suatu perusahaan adalah MC yang dimulai dari tingkat output MC memotong AVC dari bawah.
Kurva penawaran industri adalah jumlah horizontal dari kurva penawaran perusahaan-perusahaan.
KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG : KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG Keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam industri bersaing merupakan sinyal masuknya (entry) perusahaan baru ke dalam industri; penawaran industri meningkat (dari S0 ke S1), jumlah yang diperjual belikan di pasar naik (qE ke q1) dan harga di pasar turun (dari PE ke P1), sehingga keuntungan perusahaan turun. Demikian seterusnya.
Perusahaan akan berhenti masuk ke dalam industri jika perusahaan-perusahaan dalam industri memperoleh laba normal.
KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG (Lanjutan…) : KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG (Lanjutan…) Kerugian yang diperoleh perusahaan dalam industri bersaing merupakan sinyal keluarnya (exit) perusahaan dari industri; penawaran industri menurun, akibatnya harga di pasar naik, sehingga penerimaan perusahaan meningkat. Demikian seterusnya sampai laba yang diperoleh adalah laba normal.
KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG (Lanjutan…) : KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG (Lanjutan…) Dalam jangka panjang perusahaan haruslah berproduksi pada biaya minimum jangka panjangnya. Tingkat output yang diproduksi paada biaya minimum ini disebut minimum efficient scale (MES).
KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG (Lanjutan…) : KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG (Lanjutan…) HARGA JUMLAH E0 E1 q0 q1 qE S0 S1 D P1 PE Gambar 10.7. Pengaruh Masuknya Perusahaan Baru pada Kurva Penawaran Pasar
Respon Jangka Panjang Terhadap Perubahan Teknologi : Respon Jangka Panjang Terhadap Perubahan Teknologi Apabila dalam jangka panjang terjadi perubahan teknologi yang dapat menurunkan kurva biaya dari perusahaan-perusahaan yang baru dibangun, maka perusahaan-perusahaan baru tersebut akan memperoleh laba ekonomi.
Penemuan teknologi baru ini disamping meningkatkan kapasitas perusahaan juga menurunkan harga, yang akan terus berlangsung sampai P = ATC jangka pendek perusahaan-perusahaan baru. Pada harga produk ini, perusahaan-perusahaan lama tidak lagi mampu menutup ATC jangka panjangnya.
Respon Jangka Panjang Terhadap Perubahan Teknologi : Respon Jangka Panjang Terhadap Perubahan Teknologi Apabila mesin-mesin dan lain-lain faktor tetap dari perusahaan-perusahaan lama itu sudah tua, mereka akan keluar industri. Akhirnya akan terbentuk keseimbangan jangka panjang yang baru, dimana perusahaan-perusahaan dalam industri sudah mempergunakan teknologi baru.
Respon Perubahan Teknologi : Respon Perubahan Teknologi P P P ATC AVC (i) Perusahaan 1 (lama) (ii) Perusahaan 2 (baru) (iii) Perusahaan 3 (paling baru) Q Q Q P0 P0 P0 MC ATC AVC MC MC ATC AVC E E1 E3
DAYA TARIK PERSAINGAN SEMPURNA : DAYA TARIK PERSAINGAN SEMPURNA Dua daya tarik PPS:
(1) Daya tarik non ekonomi ; bekerjanya mekanisme pasar
(2) Daya tarik ekonomi; efisiensi produktif dan efisiensi alokatif
DAYA TARIK PERSAINGAN SEMPURNA (Lanjutan…) : DAYA TARIK PERSAINGAN SEMPURNA (Lanjutan…) Efisiensi Produktif.
Tercapai jika produksi dihasilkan dengan biaya seminimum mungkin. Perusahaan berproduksi pada saat ATC minimum.
Efisiensi Alokatif.
Efisiensi alokatif tercapai apabila sudah tidak mungkin mengubah alokasi sumber daya untuk membuat seseorang lebih baik keadaannya tanpa menyebabkan orang lain lebih buruk.
Tercapai jika P = MC.
Gambar 8.9. Interpretasi Grafis dari Efisiensi Alokatif : Gambar 8.9. Interpretasi Grafis dari Efisiensi Alokatif P q 0 S = MC Harga Persaingan D q1 q* q2 P1 P* P1’ D1 S1 B P’2 E P2