WizIQ helps you learn and teach online - any subject you can think of!
Join for FREE

Budaya Nusantara

Add to Favourites
Post to:

Description
materi tentang budaya nusantara

Comments
Presentation Transcript Presentation Transcript

BUDAYA NUSANTARA : BUDAYA NUSANTARA Disampaikan pada: PROGRAM DIPLOMA I KEUANGAN SPESIALISASI KEPABEANAN DAN CUKAI (CRASH PROGRAM) T.A. 2009 oleh: Didi Carsidiawan, S.E.

BAB I : BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. PENGETAHUAN DASAR TENTANG BUDAYA

A. LATAR BELAKANG : A. LATAR BELAKANG Pengetahuan mengenai keanekaragaman budaya perlu dipelajari agar siswa dapat: memperluas wawasan kebangsaan sebagai salah satu perwujudan integrasi nasional; memperkuat rasa kesatuan dan persatuan bangsa; menumbuhkan rasa saling menghormati di antara sesama warga masyarakat yang berbeda suku bangsa dan budayanya;

A. LATAR BELAKANG : A. LATAR BELAKANG Pengetahuan mengenai keanekaragaman budaya perlu dipelajari agar siswa dapat: 4. meningkatkan solidaritas dan kesetiakawanan sosial di antara sesama warga masyarakat dan warga negara; 5. meningkatkan kepedulian dan minat untuk memahami potensi kebudayaan dalam pembangunan masyarakat di Indonesia.

B. PENGETAHUAN DASAR TENTANG BUDAYA : B. PENGETAHUAN DASAR TENTANG BUDAYA Beberapa pengetahuan dasar mengenai budaya: budaya sebagai acuan dan pedoman sikap serta perilaku manusia dalam kehidupan masyarakat; proses pewarisan sistem nilai budaya dan perubahan budaya; peranan kemajuan kebudayaan dalam proses pembangunan masyarakat;

B. PENGETAHUAN DASAR TENTANG BUDAYA : B. PENGETAHUAN DASAR TENTANG BUDAYA Beberapa pengetahuan dasar mengenai budaya: 4. posisi budaya Indonesia di tengah situasi perubahan masyarakat dunia; 5. hubungan budaya dengan lingkungan, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial sehingga membentuk suatu sistem (socio-cultural system)

BAB II : BAB II ASPEK-ASPEK BUDAYA A. PENGERTIAN BUDAYA B. WUJUD BUDAYA C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA D. SISTEM SOSIAL BUDAYA E. SIFAT-SIFAT BUDAYA

A. PENGERTIAN BUDAYA : A. PENGERTIAN BUDAYA Secara harfiah kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Budaya dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Budaya juga berasal dari kata budi-daya yang berarti daya dari budi. Jadi, kata budaya atau daya dari budi itu berarti cipta, karsa, dan rasa.

A. PENGERTIAN BUDAYA : A. PENGERTIAN BUDAYA Budaya sebagai kata benda sebenarnya merupakan terjemahan dari culture (Inggris) atau cultuur (Belanda). Kata-kata asing tersebut berasal dari bahasa Latin cultura yang berarti pemeliharaan, pengolahan, dan penggarapan tanah.

A. PENGERTIAN BUDAYA : A. PENGERTIAN BUDAYA Dua orang ahli antropologi, yaitu A.L. Kroeber dan C.Kluckhon pada tahun 1950-an menemukan dari berbagai sumber kepustakaan sebanyak 176 definisi yang berbeda tentang budaya. Akan tetapi, kesemua itu tidak ada yang salah, semuanya benar, karena masing-masing ahli melihat aspek-aspek budaya dari berbagai pendekatan dan penekanan.

A. PENGERTIAN BUDAYA : A. PENGERTIAN BUDAYA Beberapa definisi tentang budaya menurut beberapa ahli: 1. Sir Edwar Burnett Tylor, seorang ahli antropolog dari Inggris, pada tahun 1871 untuk pertama kalinya mendefinisikan budaya secara rinci sebagai pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, kebiasaan, dan lain-lain kecakapan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.

A. PENGERTIAN BUDAYA : A. PENGERTIAN BUDAYA Beberapa definisi tentang budaya menurut beberapa ahli: 2. Prof. Dr. Koentjaraningrat, seorang ahli antropologi Indonesia yang besar jasanya dalam pengembangan antropologi di Indonesia, mendefinisikan budaya sebagai seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan cara belajar.

A. PENGERTIAN BUDAYA : A. PENGERTIAN BUDAYA Beberapa definisi tentang budaya menurut beberapa ahli: 3. William A. Haviland, seorang ahli antropologi Amerika, mendefinisikan budaya sebagai seperangkat peraturan yang standar, yang apabila dipenuhi atau dilaksanakan oleh anggota masyarakatnya akan menghasilkan perilaku yang dianggap layak dan dapat diterima oleh anggota masyarakatnya.

A. PENGERTIAN BUDAYA : A. PENGERTIAN BUDAYA Dari beberapa definisi budaya tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut: adanya unsur-unsur budaya berupa perilaku yang nyata di satu pihak dan di lain pihak adanya unsur-unsur budaya berupa nilai-nilai, kepercayaan, norma dan perilaku manusia; budaya dimiliki bersama oleh seluruh anggota masyarakat pendukung budaya yang bersangkutan; budaya terbentuk sebagai hasil belajar.

B. WUJUD BUDAYA : B. WUJUD BUDAYA A.L. Kroeber dan T. Parsons membedakan wujud budaya sebagai suatu sistem dari gagasan-gagasan serta konsep-konsep dan wujud budaya sebagai rangkaian tindakan serta aktivitas manusia yang berpola. Perwujudan budaya seperti yang dikemukakan oleh A.L. Kroeber dan T. Parsons ini sesuai dengan definisi budaya seperti dikemukakan oleh W.A. Haviland.

B. WUJUD BUDAYA : B. WUJUD BUDAYA Perwujudan budaya menurut Koentjaraningrat dikelompokan ke dalam tiga bentuk: 1. Sistem gagasan (Sistem nilai budaya) Budaya dalam wujud ini bersifat abstrak, tidak dapat diraba atau difoto, hanya ada dalam alam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan. Gagasan-gagasan inilah yang menghasilkan berbagai hasil karya manusia berdasarkan nilai-nilai, cara berfikir, dan pola tingkah laku.

B. WUJUD BUDAYA : B. WUJUD BUDAYA Perwujudan budaya menurut Koentjaraningrat dikelompokan ke dalam tiga bentuk: 2. Sistem tindakan Budaya dalam wujud ini bersifat konkret, dapat dilihat dan difoto. Misalnya, petani bekerja di sawah, karyawan bekerja di pabrik, atau siswa belajar di sekolah. Masing-masing aktivitas tersebut berada dalam satu sistem tindakan dan tingkah laku yang berbeda.

B. WUJUD BUDAYA : B. WUJUD BUDAYA Perwujudan budaya menurut Koentjaraningrat dikelompokan ke dalam tiga bentuk: 3. Hasil karya manusia Wujud budaya dalam kategori ini konkret, dapat dilihat, diraba, dan difoto. Misalnya, hasil karya manusia berupa proyek-proyek raksasa seperti waduk pembangkit tenaga listrik, industri-industri besar, bangunan megah, hasil karya dalam bentuk ukuran kecil seperti jarum dan kancing baju.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Ada lima isi atau substansi utama budaya, yaitu sebagai berikut: 1. Sistem Pengetahuan Melalui sistem pengetahuan, manusia mampu beradaptasi untuk menyesuaikan hidupnya dengan alam sekitarnya. Melalui sistem pengetahuan juga manusia mampu meningkatkan produktivitas kebutuhan hidupnya.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Contohnya, pengetahuan manusia tentang flora dan fauna dapat membantu upaya manusia untuk mengembangkan produktivitas di bidang perburuan, penangkapan ikan, peternakan, dan pertanian. Pengetahuan manusia tentang pengobatan tradisional melalui dukun atau tabib membantu upaya manusia mengobati dan menyembuhkan berbagai penyakit atau luka akibat kecelakaan dan peperangan.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Ada lima isi atau substansi utama budaya, yaitu sebagai berikut: 2. Sistem Nilai Budaya Menurut Koentjaraningrat, sistem nilai budaya terdiri atas konsep-konsep yang hidup dalam pikiran sebagian besar warga masyarakat. Oleh karena itu, suatu sistem nilai budaya biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Haryati Soebadio, seorang ahli kebudayaan, memberikan deskripsi kerja tentang sistem nilai budaya sebagai nilai gagasan utama (vital). Sistem nilai dan gagasan itu dapat mendominasi keseluruhan kehidupan para pendukungnya dalam arti mengarahkan tingkah laku mereka di dalam masyarakatnya.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Ada lima isi atau substansi utama budaya, yaitu sebagai berikut: 3. Persepsi Persepsi biasanya disebut juga sudut pandang dari seorang individu atau kelompok masyarakat mengenai suatu hal atau suatu masalah. Dalam hal tertentu, sering terjadi persepsi yang satu berbeda dengan persepsi yang lain. Akibatnya, akan terjadi konflik atau ketegangan, mulai dari hal yang sederhana sampai yang serius.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Contoh perbedaan persepsi: Seseorang menganggap bahwa keberhasilan pembangunan suatu negara ditentukan oleh stabilitas politik di negara yang bersangkutan. Sementara orang lain menganggap atau memandang bahwa keberhasilan pembangunan suatu negara ditentukan oleh kemampuannya mengelola SDM di negara yang bersangkutan. Contoh lainnya: Adanya kepercayaan bersifat takhayul menyangkut sakitnya seseorang.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Ada lima isi atau substansi utama budaya, yaitu sebagai berikut: 4. Pandangan hidup Pandangan hidup adalah konsep yang dimiliki seseorang atau golongan masyarakat yang bermaksud menanggapi atau menerangkan suatu masalah tertentu. Misalnya, pandangan hdup seorang petani Jawa yang memandang bahwa tanah atau lingkungan alam sekitarnya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari diri dan keluarganya.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Menurut Koentjaraningrat, pandangan hidup biasanya mengandung sebagian nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat. Misalnya, orang Minangkabau memberikan nilai tinggi pada tradisi merantau. Pepatahnya mengatakan, “kalau ingin menjadi orang, harus merantau dulu.” Artinya, keberhasilan penghidupan orang Minangkabau umumnya diperoleh melaluai tradisi merantau.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Menurut M. Habiab Mustofa, seorang ahli sosiologi, pandangan hidup merupakan nilai-nilai luhur yang menjadi acuan dan cita-cita baik bagi perorangan, kelompok masyarakat, maupun bangsa.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Habib Mustofa mengkategorikan pandangan hidup dalam 3 kategori, yaitu: Pandangan hidup yang berasal dari norma-norma agama, yang dinyatakan sebagai dogma, berisi perintah atau keharusan dan larangan bagi segenap penganut agama yang bersangkutan; 2. Pandangan hidup yang bersumber dari ideologi negara, misalnya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia;

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Habib Mustofa mengkategorikan pandangan hidup dalam 3 kategori, yaitu: 3. pandangan hidup yang berasal dari renungan atau falsafah hidup seorang individu. Kebenaran pandangan hidup ini bersifat relatif, karena hanya sesuai dengan pribadi individu yang bersangkutan. Misalnya, ada orang yang berpandangan bahwa hidup berserah kepada nasib atau takdir.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Ada lima isi atau substansi utama budaya, yaitu sebagai berikut: 5. Etos Budaya Menurut Koentjaraningrat, etos adalah watak khas dari suatu kebudayaan yang tampak (dari luar). Contoh etos antara lain, gaya tingkah laku, kegemaran, atau benda-benda hasil budaya yang khas.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Menurut Clifford Geertz, etos budaya adalah sifat, watak, dan kualitas kehidupan sekelompok masyarakat atau bangsa. Termasuk ke dalam cakupan etos adalah moral, sikap perilaku, dan gaya estetika atau kepekaan seseorang terhadap seni dan keindahan.

C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA : C. SUBSTANSI UTAMA BUDAYA Berikut ini contoh etos budaya orang Jawa. Watak khas orang Jawa penuh ketenangan dan kepasrahan diri. Disamping itu, pada pribadi orang Jawa terpancar adanya keselarasan, moral yang tinggi, kejujuran, dan dapat menerima keadaan sebagaimana adanya. Di balik sikapnya yang serba sederhana itu, orang Jawa terkenal ulet, rajin bekerja, dan tahan menderita. Mereka juga pencinta seni terutama seni karawitan atau gamelan, seni tari, dan seni pewayangan.

Want to learn?

Sign up and browse through relevant courses.

Name:
Your Email:
Password:
Country:
Contact no.:


Area code Number
Subject you are interested in:
Word verification: (Enter the text as in image)


Sign Up Already a member? Sign In
I agree to WizIQ's User Agreement & Privacy Policy

Your Facebook Friends on WizIQ