Kemitraan Dalam Kesehatan : Kemitraan Dalam Kesehatan Oleh:
Dr. Widayanto, Mkes
Definisi : Definisi Kemitraan (partnership) pada esensinya adalah dikenal dengan istilah gotong royong atau kerjasama dari berbagai pihak, baik secara individual maupun kelompok.
Kemitraan adalah suatu kerja sama formal antara individu-individu, kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi untuk mencapai suatu tugas atau tujuan tertentu.
Kemitraan adalah hubungan (kerjasama) antara dua pihak atau lebih, berdasarkan kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan (memberikan manfaat).
Unsur-unsur kemitraan adalah : : Unsur-unsur kemitraan adalah : Adanya hubungan (kerjasama) antara dua pihak atau lebih
Adanya kesetaraan antara pihak-pihak tersebut
Adanya keterbukaan atau kepercayaan (trust relationship) antara pihak-pihak tersebut
Adanya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan atau memberi manfaat.
Dasar Kemitraan adalah : : Dasar Kemitraan adalah : Kesamaan perhatian (common interest) atau kepentingan,
Saling mempercayai dan saling menghormati
Tujuan yang jelas dan terukur
Kesediaan untuk berkorban baik, waktu, tenaga, maupun sumber daya yang lain
Prinsip-prinsip Kemitraan adalah: : Prinsip-prinsip Kemitraan adalah: Persamaan atau equality,
Keterbukaan atau transparancy dan
Saling menguntungkan atau mutual benefit.
Untuk mengembangkan kemitraan di bidang kesehatan secara konsep terdiri 3 tahap yaitu: : Untuk mengembangkan kemitraan di bidang kesehatan secara konsep terdiri 3 tahap yaitu: tahap pertama adalah kemitraan lintas program di lingkungan sektor kesehatan sendiri,
tahap kedua kemitraan lintas sektor di lingkungan institusi pemerintah,
tahap ketiga adalah membangun kemitraan yang lebih luas, lintas program, lintas sektor. lintas bidang dan lintas organisasi yang mencakup :
Unsur pemerintah,
Unsur swasta atau dunia usaha,
Unsur LSM dan organisasi masa
Unsur organisasi profesi.
Lima prinsip kemitraan yaitu(WHO) : Lima prinsip kemitraan yaitu(WHO) Policy-makers (pengambil kebijakan)
Health managers
Health professionals
Academic institutions
Communities institutions
Kemitraan di bidang kesehatan adalah kemitraan yang dikembangkan dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. : Kemitraan di bidang kesehatan adalah kemitraan yang dikembangkan dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan kesehatan.
Dasar Pemikiran Kemitraan dalam Kesehatan : Dasar Pemikiran Kemitraan dalam Kesehatan “Kesehatan adalah hak azasi manusia, merupakan investasi, dan sekaligus merupakan kewajiban bagi semua pihak”.
Masalah kesehatan saling berkaitan dan saling mempengaruhi dengan masalah lain, seperti masalah pendidikan, ekonomi, sosial, agama, politik, keamanan, ketenagakerjaan, pemerintahan, dll.
Tujuan Kemitraan : Tujuan Kemitraan Tujuan umum :
Meningkatkan percepatan, efektivitas dan efisiensi upaya kesehatan dan upaya pembangunan pada umumnya.
Tujuan khusus :
Meningkatkan saling pengertian;
Meningkatkan saling percaya;
Meningkatkan saling memerlukan;
Meningkatkan rasa kedekatan;
Membuka peluang untuk saling membantu;
Meningkatkan daya, kemampuan, dan kekuatan;
Meningkatkan rasa saling menghargai;
Hasil yang diharapkan : : Hasil yang diharapkan : Adanya percepatan, efektivitas dan efisiensi berbagai upaya termasuk kesehatan.
Pelaku Kemitraan : : Pelaku Kemitraan : Adalah semua pihak, semua komponen masyarakat dan unsur pemerintah, Lembaga Perwakilan Rakyat, perguruan tinggi, media massa, penyandang dana, dan lain-lain, khususnya swasta.
Ada 3 prinsip dalam membangun kemitraan, yaitu : : Ada 3 prinsip dalam membangun kemitraan, yaitu : kesetaraan, dalam arti tidak ada atas bawah (hubungan vertikal), tetapi sama tingkatnya (horizontal);
keterbukaan dan
saling menguntungkan.
Ada 7 saling yang perlu diperhatikan, yaitu : : Ada 7 saling yang perlu diperhatikan, yaitu : saling memahami kedudukan, tugas dan fungsi (kaitan dengan struktur);
saling memahami kemampuan masing-masing (kapasitas unit/organisasi);
saling menghubungi secara proaktif (linkage);
saling mendekati, bukan hanya secara fisik tetapi juga pikiran dan perasaan (empati, proximity);
saling terbuka, dalam arti kesediaan untuk dibantu dan membantu (opennes);
saling mendorong/mendukung kegiatan (synergy); dan
saling menghargai kenyataan masing-masing (reward).
Ada 6 langkah Kemitraan harmonis : Ada 6 langkah Kemitraan harmonis penjajagan/persiapan,
penyamaan persepsi,
pengaturan peran,
komunikasi intensif,
melakukan kegiatan, dan
melakukan pemantauan & penilaian.
Alternatif Peran Puskesmas dalam Pengembangan Kemitraan di Bidang Kesehatan : Alternatif Peran Puskesmas dalam Pengembangan Kemitraan di Bidang Kesehatan Initiator : memprakarsai kemitraan dalam rangka sosialisasi dan operasionalisasi Indonesia Sehat.
Motor/dinamisator : sebagai penggerak kemitraan, melalui pertemuan, kegiatan bersama, dll.
Fasilitator : memfasiltasi, memberi kemudahan sehingga kegiatan kemitraan dapat berjalan lancar
Keanggotaan dalam Kemitraan : Keanggotaan dalam Kemitraan Anggota aktif : berperan sebagai anggota kemitraan yang aktif.
Peserta kreatif : sebagai peserta kegiatan kemitraan yang kreatif.
Pemasok input teknis : memberi masukan teknis (program kesehatan).
Dukungan sumber daya : memberi dukungan sumber daya sesuai keadaan, masalah dan potensi yang ada.
Indikator Keberhasilan : Indikator Keberhasilan Indikator input : Jumlah mitra yang menjadi anggota.
Indikator proses :Kontribusi mitra dalam jaringan kemitraan, jumlah pertemuan yang diselenggarakan, jumlah dan jenis kegiatan bersama yang dilakukan, keberlangsungan kemitraan yang dijalankan.
Indikator output : Jumlah produk yang dihasilkan, percepatan upaya yang dilakukan, efektivitas dan efisiensi upaya yang diselenggarakan.
Contoh Kemitraan Dalam Kesehatan : Contoh Kemitraan Dalam Kesehatan Komite PSN di Kab Banyumas
AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia)
Rotary Purwokerto dalam kegiatan IVA bersama PKK dan LCC Utami di kordinir oleh DKK IVA Center
Balai Keperawatan
Dll
Terima Kasih : Terima Kasih